Kamis, 11 Agustus 2016

Trip To West Sumatera : Keliling BukitTinggi Naik Bendi dan Melihat Ikon Bukittinggi

     Untuk menulis postingan ini saya harus membaca tulisan di blog saya sebelumnya karena sudah cukup lama saya tidak menulis cerita bersambung perjalanan saya ke Sumatera Barat yang belum tuntas ini,ternyata sudah empat bulan saya tidak menulis.lebih lama dari saya tinggal di negara antah berantah beberapa bulan lalu,duh...sedih banget ! :'(

      Karena selama di Bukittinggi mulai dari awal datang belum sempat mengunjungi ikon kota Bukittinggi maka keesokan paginya saya jalan kaki menuju ke ikon yang cukup terkenal tersebut,kebetulan jarak dari hotel menuju ke tempat yang terkenal seantero Sumatera Barat maupun Indonesia ini sangat dekat sekali.udara kota Bukittinggi yang cukup sejuk membuat saya teringat pada kota malang dan Batu apalagi tempat ini sama-sama sebagai ikon wisata.

     Yap ! akhirnya saya sampai di lokasi Ikon kota Bukittinggi yaitu Jam Gadang .Ketika sampai untungnya suasananya masih sepi,karena memang kebetulan waktu saya kesana juga pas liburan sekolah.Jam gadang ini terletak di pusat kota bukittinggi dan di sekitar Jam gadang juga terdapat pasar,plaza Bukittingi dan Istana Bung Hatta.

 hai ikon bukittinggi

 pagi-pagi languung kesini dan untungnya masih cukup sepi

 kalo liat ditipi-tipi kayanya tinggi dan kirain boleh masuk dan naik keatas,ternyata enggak...

 view jam gadang yang terlihat dari pasar atas

<
 satu-satunya plaza yang ada di Bukittinggi.CMIIW

 istana Bung Hatta,biasa digunakan kalo ada kegiatan negara.CMIIW juga

           
         Ada yang menarik pada Jam Gadang ,awalnya saya tidak memperhatikan,tiba-tiba Uda Ed nyeletuk "gi,coba lihat jam gadangnya...menurutmu apa yang aneh ? " saya memperhatikan jam gadang dengan teliti dan seksama mencari keanehan yang ditanyakan oleh Uda Ed,apanya yang aneh coba ? kayanya nggak ada deh."saya nyerah uda Ed" kata saya setelah mencari selama 1 menit 48 detik.

          "coba lihat angka romawi yang ada di jamnya,angka 4-nya bukan seperti yang biasa kita lihat kan ? " Uda Ed menjawab sendiri pertanyaannya.biasanya kita melihat angka romawi 4 seperti ini "IV" namun di jam Gadang yang tertera adalah " IIII ".ooohhh...itu toh....rasa penasaran sayapun juga terjawab.menurut artikel yang saya baca gugel mesin Jam Gadang ini sama seperti Big Ben yang ada di Kota London sana.

 angka romawi 4 jam gadang yang terlihat berbeda 

          Setelah puas keliling-keliling Jam Gadang dan foto-foto di sekitar Jam Gadang  kali ini saya ingin menaiki delman yang ada di sekitar Jam Gadang,orang lokal bilang alat  transportasi yang di tarik dengan kuda ini di sebut dengan " Bendi ".jadi kali ini saya ingin berkeliling Kota Bukittinggi menggunakan Bendi,ini kali pertama kalinya saya menaiki Bendi.dari dulu saya menolak menaiki Bendi ataupun delman karena takut kudanya tidak kuat karena berat badan saya yang melebihi batas wajar.hahaha

           Awalnya saya sempat merasa khawatir apabila kuda ini gak kuat,apalagi jalanan di Bukittinggi naik dan turun,begitu melewati jalanan menanjak kudanya berjalan sangat pelaaaaaannnn sekali,saya jadi sempat deg-degan.tapi selebihnya saya bisa menikmati suasana Kota Bukittinggi.tarif untuk mengelilingi Kota Bukittinggi menggunakan Bendi ini adalah 50.000 rupiah.

 barisan para kuda

 baru pertama kali dan asik banget

  melewati Jambatan Limpapeh

        Saya sempat merekam selama 17 detik ketika menaiki Bendi,video yang sangat pendek karena saya masih kaku untuk ngomong di depan kamera dan males mengedit video.mengedit blog ini aja bisa berminggu-minggu kok. XD


Tidak ada komentar:

Posting Komentar