Minggu, 02 Oktober 2016

Trip To West Sumatera : Kerajinan Tangan Khas Sumatera Barat

    Sambil menulis tulisan ini,saya juga sedang menulis perjalanan saya ke Jawa Barat baru-baru ini.buseeeetttt...lama banget ya kelarnya tulisan tentang Sumatera Barat,padahal tempat yang di datangin belum seberapa, tapi sudah kewalahan apa yang mau ditulis dan dituangkan di dalam blog ini.mungkin satu atau dua tulisan tentang Sumatera Barat akan usai,semoga bisa mengunjungi Sumatera-Sumatera lainnya.bayarin dong om !

       Sebelum menuju ke destinasi terakhir di Sumatera barat,kami menyempatkan diri untuk mampir di tempat kerajinan tangan khas Bukittinggi,tepatnya di daerah Koto Gadang.Uda Ed yang merekomendasikan untuk mengunjungi tempat ini.siapa tau kami ingin membawa oleh-oleh kerajinan tangan khas Sumatera Barat.kalo bawa makanan dari suatu daerah kan sudah biasa.

      Awalnya saya mengira akan dibawah ke sebuah pasar atau pertokoan yang khusus menjual pernak pernik Sumatera Barat,namun dugaan saya salah.kami malah dibawa oleh Uda Ed ke sebuah perkampungan penduduk dan tidak terlihat sama sekali kalau perkampungan itu merupakan daerah kerajinan.barulah kami sadar setelah Uda Ed bercerita kalau para penduduk disitu mata pencahariannya adalah sebagai pembuat dan penjual pernak pernik.

      Kami mendatangi salahsatu rumah penduduk,setelah mobil parkir.kami disambut ramah oleh seorang bapak dan dipersilahkan masuk kedalam rumahnya.mungkin kami adalah tamu satu-satunya di desa mereka pada saat itu.suasananya cukup sepi sekali.sesampainya didalam rumah ada beberapa orang anak dan ibu-ibu yang sedang fokus mengerjakan tenunan yang ada didepan mereka.


 


      Ketika tahu kedatangan kami ibu itu berhenti mengerjakan tenuan dan juga mempersilahkan kami untuk melihat hasil kerajinan tangan yang ada di rumah itu.dan dengan bangga menceritakan bagaimana mereka membuat barang itu,apa bahan yang dipakai dan berapa lama mereka membuat barang-barang yang di pajang di depan kami,mulai dari kalung,gelang,cincing dan replika kuda yang dibuat dari tembaga yang di pajang di lemari kaca.



 



     Orang Tua saya lebih tertarik melihat beberapa gadis kecil yang sedang serius menjahit diatas kain tenun,ternyata kain ini cukup mahal harganya,satu kain tenun bisa dijual dengan harga diatas tiga juta rupiah,maklum saja kain-kain ini dijual dengan harga yang cukup mahal selain haru teliti,membuatnya masih dengan cara manual dan pembuatannya bisa memakan waktu lebih dari 3 bulan

     Kami berkesempatan untuk melihat secara langsung proses pembuatan motif kain tenun ini,dan ternyata pembuatannya sangan rumit sekali.saya aja yang cuma nonton pusing sekali melihat ibu ini memindahkan tangannya secara cepat sekali.padahal disitu ada 7 kayu yang harus dipindahkan untuk membuat suatu motif.pantas saja kain ini dihargai mahal melihat dari tingkat kerumitannya.







 

 




     Kerajinan-kerajinan yang dihasilkan sebenarnya sangat bagus sekali namun ada alasan mengapa barang yang mereka jual kurang laku,menurut si Ibu mereka kalah dengan pengusaha-pengusaha yang memiliki modal lebih besar.dan merekapun tidak mampu menyediakan modal yang lebih besar untuk barang yang lebih berkualitas dan promosi kepada wisatawan yang berkunjung ke Bukittinggi.semoga pemerintah daerah setempat dapat membantu para penduduk lokal...


Bersambung 



Baca Juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar