Senin, 09 Januari 2017

Trip To East Borneo : Nyebrang ke Penajam , Mengunjungi Pantai Tanjung Jumlai

     Mengajak Rusydi nyebrang ke Penajam adalah salah satu rencana saya, pada kunjungan terakhir Rusydi di tahun 2010 belum pernah nyebrang ke Penajam jadi ya saya ajak saja,lagian saya juga kangen naik kapal ferry.meskipun ada moda transportasi lain yang lebih cepat seperti speedboad dan kapal kelotok,namun saya lebih memilih ferry karena saya sudah tahu rasanya naik speedboat dan untuk saat ini perasaan itu tak ingin diulang dan sempat saya tuliskan di blog ini ( Trip To South Borneo : Pertama Kali Naik Speedboat )
jadi,kemana saja ketika saya di Penajam ?

    Seandainya jadi nyebrang ke Penajam,kita bakal kemana nih ? masa langsung balik ke Balikpapan ? cuma dapat capeknya aja deh.saya coba googling tempat apa saja yang bisa saya datangi di Penajam,sepertinya tidak banyak pilihan ketika tiba di Penajam dan dari semua rekomendasi tampaknya yang menurut saya paling menarik adalah pantainya.saya memutuskan untuk menuju Pantai Tanjung Jumlai.

    Setelah sarapan saya menuju ke Pelabuhan Kariangau untuk nyebrang ke Penajam menggunakan "kapal Ferry Selat Madura" awalnya saya kira kami akan menggunakan kapal Swarna Nalini seperti perjalanan sebelumnya ketika berkunjung ke Penajam ( Trip To South Borneo : Perkenalkan saya Nahkoda yang Baru ),ternyata kapal Swarna Nalini hanya menurunkan muatan dari Penajam dan setelah itu beristirahat ditengah lautan.perjalanan ke Penajam jika menggunakan kapal Ferry ditempuh kurang lebih selama 2 jam.





     Sesampainya di Penajam cuaca sempat kurang bersahabat,hujan turun dengan cukup deras,terpaksa kami harus berteduh di salahsatu toko yang kebetulan sedang tutup karena kami tidak membawa jas hujan.sekitar 20 menit menunggu hujan reda,setelah hujan deras berubah menjadi gerimis-gerimis tipis kami melanjutkan perjalanan menuju Pantai Tanjung Jumlai yang jaraknya sekitar 20 Km dari Pelabuhan Penajam.

    Seperti biasa perjalanan ke tempat baru saya selalu percaya ke GPS yang ada di handphone,hingga ada saatnya kami sempat tidak percaya kepada GPS karena perjalanan yang tak kunjung tiba di tempat tujuan.akhirnya bertanya ke penduduk sekitar ternyata jarak pantainya tidak jauh cuma sekitar 100 meter lagi dari lokasi kami bertanya,hanya tinggal belok sekali lagi nyampe di lokasi tujuan kami.lah udah nyampe...😑

    Suasana Pantai Tanjung Jumlai siang itu sangat...sangat...sangat...sepi sekali dan diluar ekspektasi saya sebagaimana suasana pantai Indonesia pada umumnya yang cukup ramai hingga sempat ada celetukan "mirip cendol".mungkin emang bukan hari libur kali ya makanya suasana hari itu sepi,saya sempat buat ekpektasi tinggi kalaupun pantainya sedang sepi pengunjung,saya berharap ada penduduk sekitar yang berjualan makanan atau minuman seperti kebanyakan pantai wisata yang ada di Indonesia soalnya lapar setelah perjalanan cukup jauh, namun kenyataannya sampai sana tidak ada yang berjualan.










    Puas melihat di satu tempat,saya berpindah kebagian lain dari Pantai Tanjung Jumlai karena tertarik melihat sebuah dermaga yang ada disitu,mungkin disana saya bisa mendapatkan foto-foto yang lebih bagus,namun nyatanya saya di dermaga itu tidak begitu lama,karena selang beberapa menit kemudian ada dua orang om-om berwajah seram menggunakan Motor Yamaha R-25 datang ke dermaga itu.karena perasaan sudah gak enak dan kami berdua takut di culik maka kami memutuskan untuk kembali ke Pelabuhan Penajam.hahaha











   Sampailah kami kembali ke Kota Balikpapan,sampai di Balikpapan si Abang Rusydi yang sudah kelaparan memutuskan berhenti di salahsatu warung ayam goreng dulu sebelum kembali ke rumah.kasian :( 

 SELESAI



Baca Juga :

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar