Selasa, 13 Februari 2018

Trip To China : Inner Mongolia Museum

   Museum ? yaaahhh....berarti bakal belajar sejarah lagi dong ? saya sempat bilang kalau saya tidak terlalu menyukai yang berbau masa lalu karena masa lalu saya tidak perlu diingat.hahaha sudah-sudah ntar jadinya malah curhat lagi ini.berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang kegiatannya banyak dilakukan di Outdoor maka kali ini saya akan berkegiatan indoor alias didalam ruangan ! horeee...tidak dingin-dinginan lagi

    Masih di Provinsi Inner Mongolia tapi sekarang saya akan berpindah ke kota Hohhot,jaraknya sekitar 268 km atau 3 jam 20 menit perjalanan darat dari Kota Ordos,di kota Hohhot kali ini saya akan mendatangi Museum Inner Mongolia.menurut Wikipedia museum ini dibangun sebagai peringatan sepuluh tahun dibangunnya daerah autonomus Inner Mongolia,ditahun 2007 museum ini dipindah dengan jarak 5 km dari lokasi awal pertama kali dibangun dan dibangun 10 kali lebih besar dari yang lama.

    Memang sesampainya saya di Museum tersebut sangat besar sekali areanya dan tampilan museum tersebut lebih modern dari kebanyakan Museum yang ada di Indonesia.museum empat lantai ini memiliki beberapa ruangan yang berisi barang-barang jaman dulu ataupun sejarah-sejarah yang terjadi dimasa lampau.tidak hanya mengenai Provinsi Inner Mongolia saja namun keseluruhan Negara China.







   Didalam Museum ini banyak sekali penemuan-penemuan langka yang tersimpan disini mulai dari penemuan berupa artefak batu,koin hingga pakaian yang digunakan pada jaman kerajaan.ada juga ruangan yang berisi sejarah Negara China dibawah kepemimpinan Mao Zedong,Mao Zedong ini adalah Bapak Bangsa bagi orang China,selain itu juga ada ruangan yang berisi sejarah peluncuran roket ke luar angkasa yang dilakukan oleh Shenzou SpaceCraft yang berlokasi di Inner Mongolia dan beberapa koleksi lainnya.

















   Ketika saya datang ke Museum ini tidak semua ruangan dibuka untuk umum,mungkin sedang tahap renovasi,selain itu yang paling dikeluhkan oleh turis asing dari tempat ini adalah tidak ada penjelasan menggunakan bahasa inggris,jadi saya kurang paham apa yang menjadi latar belakang sejarah tersebut,saya hanya dibuat terpesona oleh barang yang ada didepan saya saja tidak dengan penjelasannya.

   Di Museum ini saya sempat membeli sedikit oleh-oleh untuk dibawa ke Indonesia,meskipun harganya sedikit mahal,saya berpikir setelah dari Museum ini kami akan menuju ke Pusat oleh-oleh.berharap mendapatkan barang yang lebih murah dan lebih banyak pilihan ternyata oleh-oleh ditempat ini lebih mahal dan tidak menarik,akhirnya saya hanya membawa oleh-oleh yang saya beli di Inner Mongolia Museum dan saya sempat beli beberapa gantungan kunci di Bandara.

Selanjutnya tujuan terakhir saya di China.BEIJING !


Baca Juga :




Tidak ada komentar:

Posting Komentar